Wednesday, May 24, 2006

STUDIENKOLLEG

Studienkolleg-haruskah diambil ?

Di Jerman, sekolah biasanya sampai 13 tahun, sedangkan di Indonesia hanya sampai 12 tahun. Karena itu, bagi lulusan SMA di Indonesia yang ingin kuliah di Jerman, program persiapan di Studienkolleg adalah suatu keharusan yang tidak dapat dihindari.

Haruskah Studienkolleg diambil di Jerman ?

Mengapa tidak? Tetapi cobalah pertimbangkan hal-hal dibawah ini:
Kira-kira 60% calon mahasiswa Indonesia di kesempatan pertama tidak lulus ujian masuk Studienkolleg di Jerman, dan mengingat ruang kelas yang terbatas, hanya 15% yang lulus ujian yang dapat diterima langsung. Dengan kata lain: lulus ujian masuk bukan jaminan untuk dapat masuk Studienkolleg di Jerman.
Calon mahasiswa Indonesia yang tidak lulus di kesempatan pertama, biasanya menunggu sampai ujian masuk kedua. Tetapi sekarang ada satu aturan baru di Jerman: setiap calon mahasiswa asing hanya dapat waktu 18 bulan untuk persiapan masuk perguruan tinggi di Jerman. Jika jangka waktu tersebut telah habis dan program persiapan di Studienkolleg belum selesai maka calon mahasiswa harus keluar dari Jerman. Dari pengalaman orang Indonesia sebelumnya, banyak waktu dan uang hilang tanpa hasil apa-apa.

Negara Jerman sangat peduli dengan kondisi tersebut. Karena itu, sekarang ada alternative lain bagi lulusan SMA Indonesia, berupa kesempatan untuk mengikuti Studienkolleg di Indonesia.

Ujian Akhir Kemantapan (Festellungsprüfung)
Festellungsprüfung yang diselenggarakan oleh Studienkolleg Universitas Hanover, diakui oleh semua Perguruan Tinggi di Jerman (Universitas dan Fachhochschule / Sekolah Tinggi Kejuruan)

Syarat Penerimaan
Untuk bisa diterima di Studienkolleg Indonesia, pelamar harus memenuhi syarat-syarat berikut:
· Ketrampilan Bahasa Jerman pada Tingkat “Zertifikat Deutsch” / ZD
· Minimal nilai rata-rata 6.0 dalam EBTANAS / NEM
· Lulus Ujian Masuk
DATA UNIVERSITAS DAN SEKOLAH KEJURUAN
DI JERMAN